Berorientasi pada Kesiapan Karir, Pusat Karier UIN Jakarta Gelar Workshop Hasil Tracer Study 2025
Aula Adia Kampus 2 UIN Jakarta, Berita Pusat Karier UIN Jakarta - Pusat Karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Workshop Hasil Tracer Study 2025 dengan tema “Alumni Data as a Catalyst for Graduate Excellence” pada Senin (9/3/2026) di Aula Adia Lt. 1 Kampus 2 UIN Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum refleksi dan pemanfaatan data alumni untuk meningkatkan kualitas lulusan serta memperkuat kesiapan karier mahasiswa.

Acara yang berlangsung pada pukul 15.00 WIB ini menghadirkan Nurul Hidayat, M.Han., sebagai speaker dan Gist Widad Anasis sebagai moderator. Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.Int.Dev., sebagai Pimpinan Pusat Karier, Prof. Dr. Khamami Zada, MA., sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, serta mahasiswa yang terlibat dalam program internship dan KKN Pusat Karier. Dalam sambutannya, Bapak Hamdy mengatakan bahwa membangun karakter dan ketahanan diri dalam mempersiapkan masa depan karier adalah sesuatu yang penting. Beliau mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan pengalaman mahasiswa selama menjalani aktivitas akademik maupun kegiatan di Pusat Karier, khususnya di bulan Ramadhan.
Menurut Bapak Hamdy, terdapat beberapa nilai penting yang dapat dipetik, di antaranya ada konsentrasi, rasa ingin tahu (curiosity), resiliensi, dan visi jangka panjang dalam merencanakan masa depan.
“Kesuksesan seseorang dalam karier tidak ditentukan oleh banyak faktor, tetapi oleh satu hal utama, yaitu sustained attention. Kemampuan untuk fokus dalam jangka waktu lama untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” ujarnya.
Beliau berharap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Pusat Karier ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang memberikan dampak bagi pengembangan diri mahasiswa.
Kemudian, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Jakarta, Bapak Khamami, menyoroti pentingnya pengalaman mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, pengalaman organisasi, magang, maupun keterlibatan dalam berbagai program pengembangan diri akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.
“Pengalaman selama beberapa bulan saja sudah menjadi poin penting dalam CV. Hal-hal seperti ini yang nantinya dapat menarik perhatian perusahaan atau pihak yang membuka kesempatan kerja,” jelasnya.
Beliau juga menekankan peran Pusat Karier dalam menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja melalui berbagai program, seperti kerja sama dengan perusahaan maupun penyelenggaraan kegiatan yang mendukung kesiapan karier mahasiswa.

Pada sesi pemaparan hasil Tracer Study 2025, tim intern Pusat Karier melalui Divisi Data Specialist menyampaikan sejumlah temuan terkait kondisi alumni UIN Jakarta setelah lulus. Berdasarkan data yang dipaparkan, mayoritas alumni telah bekerja, sementara sebagian lainnya masih mencari pekerjaan, melanjutkan studi, atau memilih jalur wirausaha. Secara keseluruhan, data tracer study mencatat jumlah alumni yang terdata terdiri dari 5.152 lulusan S1, 318 lulusan S2, dan 69 lulusan S3. Dari sisi masa tunggu kerja, sebanyak 45,52% alumni telah memperoleh pekerjaan sebelum lulus, sementara 41,45% mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Selain itu, sektor pekerjaan alumni didominasi oleh sektor pendidikan, diikuti sektor keuangan dan perbankan, serta konsultan atau layanan profesional. Data juga menunjukkan bahwa sebagian besar alumni bekerja sebagai karyawan dengan tingkat kesesuaian antara bidang pekerjaan dan bidang studi mencapai lebih dari 70 persen.
Dalam kesempatan yang sama, tim KKN Pusat Karier juga mempresentasikan sejumlah program kerja yang telah dilakukan selama periode pengabdian. Salah satunya adalah mini riset mengenai pandangan mahasiswa terhadap konten pencapaian karier di media sosial. Riset tersebut menggunakan pendekatan Social Comparison Theory dari Leon Festinger yang menjelaskan bahwa individu cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain dalam mengevaluasi diri. Hasil survei terhadap 101 responden mahasiswa menunjukkan bahwa konten pencapaian karier di media sosial dapat memberikan motivasi dan refleksi diri, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis apabila tidak disikapi secara bijak. Mereka juga melaporkan pengembangan berbagai inisiatif di Pusat Karier, di antaranya pengembangan jurnal ilmiah, pembuatan website yang terintegrasi layanan karier, dan pengelolaan media sosial kreatif untuk mendukung penyebaran informasi dan branding kegiatan Pusat Karier.

Dalam sesi penyampaian materi, Bapak Nurul Hidayat menyoroti pentingnya kompetensi non-teknis dalam dunia kerja, khususnya kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan literasi teknologi. Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam karier tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga oleh kompetensi yang dibangun melalui pengalaman. Beliau menekankan bahwa pengalaman organisasi, magang, dan keterlibatan dalam berbagai proyek merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
“Yang mendongkrak karier seseorang bukan sekadar ijazah, tetapi kompetensi yang dibangun melalui pengalaman organisasi, pengalaman magang, serta kemampuan membangun jejaring,” jelasnya.
Pada sesi terakhir, beliau juga memberikan sejumlah masukan terkait pengembangan riset mahasiswa dan pengelolaan jurnal ilmiah, termasuk pentingnya metodologi penelitian yang jelas, pemanfaatan basis data akademik, beserta sistem pengelolaan jurnal yang terstruktur.
Kegiatan Workshop Hasil Tracer Study 2025 ditutup dengan buka bersama internal Pusat Karier yang menjadi momen silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan bagi tim yang terlibat dalam berbagai program pengembangan karier mahasiswa di UIN Jakarta.
(Nayla T./Kintan A./Sumber Gambar: Dok. Tim SMC, Internship Pusat Karier UIN Jakarta)
Tag : Berita, Press Release, Tracer Study, Internal
