Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Sebagai Sarana Informasi Berbasis Proses Intelektual

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Sebagai Sarana Informasi Berbasis Proses Intelektual

Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta, Berita Pusat Karier UIN Jakarta - Program Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa bertema “Jurnalistik sebagai Sarana Informasi Berbasis Proses Intelektual Mahasiswa” digelar pada Rabu (04/02/2026), di Ruang Theater, Gedung Baru Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat Timur. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini diikuti oleh mahasiswa Internship dan mahasiswa KKN dari Pusat Karier UIN Jakarta.

Pelatihan ini menghadirkan Ibu Fauziah Muslimah, M.I.Kom., sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan meliputi Pengantar Jurnalistik Mahasiswa, Bahasa Jurnalistik dan Jenis Produk Jurnalistik, Struktur dan Jenis Tulisan Berita, serta Teknik Penulisan dan Wawancara bagi Jurnalis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap dunia jurnalistik, membekali mahasiswa dengan keterampilan menulis, dan dapat menyampaikan informasi secara etis, kritis, juga bertanggung jawab.

 

Jurnalistik sebagai Kerja Humanis di Era Digital

Dalam pemaparannya, Ibu Fauziah berkata bahwa jurnalistik tidak hanya untuk penulis berita, tetapi juga bagi mahasiswa yang aktif di media sosial dan dunia konten digital. “Jurnalistik itu bukan hanya untuk yang menulis berita. Teman-teman yang aktif di media sosial, content creator, itu sebenarnya juga mengaplikasikan kerja jurnalistik,” ujarnya.

Ibu Fauziah menjelaskan bahwa meskipun teknologi dan artificial intelligence semakin berkembang, peran jurnalis tidak dapat digantikan. Menurut beliau, jurnalistik merupakan kerja yang bersifat humanis dan berorientasi pada kepentingan publik. “Kalau kita lihat tokoh seperti Superman atau Spiderman, mereka hadir di tengah masyarakat untuk membantu orang melalui informasi. Jadi, kerja jurnalistik itu kerja humanis, membantu publik mendapatkan informasi yang benar dan terbaru,” ujarnya.

Ibu Fauziah juga memaparkan lima skill utama yang harus dimiliki jurnalis, yaitu kemampuan komunikasi, sikap skeptis yang mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, riset mendalam, kepekaan terhadap lingkungan melalui investigative reporting, dan penguasaan teknologi multiplatform. 

PELATIHAN JURNALISTIK_2_EPM

Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 3 Ayat (1), beliau menyebutkan bahwa pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Dalam sesi menjawab pertanyaan dari beberapa mahasiswa, Ibu Fauziah memberi pesan kepada para mahasiswa untuk menjadi pembaca yang cerdas dan selektif. “Kita harus membiasakan diri mengonsumsi berita dari media yang kredibel. Jurnalisme itu memberi suara kepada mereka yang tidak bisa bersuara,” ujarnya.

 

Tips Menulis yang Menarik, Mendalam, dan Kredibel

Melalui wawancara, Ibu Fauziah membagikan sejumlah tips kepada mahasiswa agar menghasilkan tulisan jurnalistik yang menarik dan sesuai kaidah. “Intinya teman-teman harus paham dulu isunya, datanya, dan narasumbernya. Kalau sudah paham, tulisannya bukan cuma informatif, tapi juga mengedukasi. Penulis yang baik itu lahir dari pembaca yang baik,” ujarnya.

Beliau juga mengungkapkan kesalahan yang sering ditemukan dalam tulisan mahasiswa. “Biasanya masih di permukaan, cuma menjelaskan acara tanpa menggali nilai di baliknya. Selain itu, masih banyak typo dan tata bahasa yang kurang sesuai,” ujarnya. Menurut beliau, kemampuan menulis lahir dari kebiasaan membaca dan memperkaya kosakata. “Pemilihan diksi itu penting. Melihat dan menyaksikan itu maknanya berbeda. Dari membaca, kosakata kita bertambah dan critical thinking kita terlatih,” tambahnya.

Terkait kredibilitas tulisan, Ibu Fauziah menekankan pentingnya menghadirkan berbagai sudut pandang dan sumber yang beragam. “Jangan hanya dari satu pihak. Cari regulasi, kebijakan, dan konteks, supaya tulisannya punya value,” ujarnya. Beliau juga mengingatkan agar mahasiswa tidak menggunakan clickbait yang tidak beretika. “Boleh menarik perhatian, tapi dengan cara yang classy. Misalnya pakai kata ‘ini’ untuk memancing rasa penasaran, bukan dengan bahasa seksis atau menyesatkan,” ujarnya. Menurut beliau, karakter tulisan tidak terbentuk secara instan. “Tulisan yang baik itu lahir dari proses. Jam terbang tidak pernah bohong,” tambahnya.

 

Dorongan Peningkatan Literasi dari Pusat Karier

Kepala Pusat Karier UIN Jakarta, Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.Int. Dev., menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas tulisan mahasiswa. “Saya ingin ketika draft artikel sampai ke saya, sudah melalui proses redaksi. Jadi tidak terlalu banyak yang harus diedit. Menulis itu skill penting, baik untuk akademik maupun dunia kerja,” ujarnya.

Beliau menyoroti kebiasaan mahasiswa yang lebih banyak mengonsumsi konten audio visual dibandingkan membaca teks. Padahal, menurut beliau, membaca merupakan tahapan awal sebelum menulis. “Step sebelum menulis itu membaca. Mahasiswa harus belajar membaca, bukan hanya teks, tapi juga konteks,” ujarnya.

Bapak Hamdy berharap mahasiswa mampu menerapkan prinsip cover both sides dalam penulisan berita, serta membiasakan diri menggali informasi secara mendalam. “Jurnalisme itu membaca lapisan-lapisan persoalan, bukan hanya permukaan. Seperti riset dalam skripsi, mencari inti masalahnya,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa kerja jurnalistik membutuhkan usaha lebih dibandingkan sekadar mengandalkan informasi dari artificial intelligence. “Membaca di luar AI itu butuh effort. Tapi di situlah nilai jurnalistik,” tambahnya.

Ke depannya, pelatihan jurnalistik ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi program rutin agar mahasiswa memiliki kemampuan literasi informasi yang kuat, berpikir kritis, serta mampu menyampaikan informasi secara profesional, etis, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus digitalisasi. Pusat Karier juga berencana melanjutkan program pengembangan keterampilan mahasiswa melalui pelatihan lain, salah satunya di bidang public speaking. 

 

(Kintan A./Sumber Gambar: Dok. Tim SMC, Internship dan KKN Pusat Karier UIN Jakarta)

Tag : Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa, Press Release