PERSAMI ke-3 Pusat Karier UIN Jakarta Hadirkan HR Manager Boss AI Indonesia Bahas Strategi Interview Kerja

PERSAMI ke-3 Pusat Karier UIN Jakarta Hadirkan HR Manager Boss AI Indonesia Bahas Strategi Interview Kerja

Zoom Meeting, Berita Pusat Karier UIN Jakarta - Pusat Karier UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menyelenggarakan PERSAMI (Persiapan Karier, Eksplorasi, dan Magang Mahasiswa Inspiratif) ke-3 dengan tema “Interview Secrets: Speaking Skills and Body Language Matter” pada Sabtu (14/3/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pusat Karier UIN Jakarta dan Boss AI Indonesia yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa, alumni, serta para job seeker mengenai strategi menghadapi interview kerja secara profesional. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB ini menghadirkan Elisabeth Indriani selaku HR Manager Boss AI Indonesia sebagai speaker. Kegiatan ini dimoderatori oleh Nafisa Parsa dan dipandu oleh Aidil Athfali sebagai master of ceremony. Dalam sambutannya, Kepala Pusat Karier UIN Jakarta, Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.Int.Dev., yang diwakili oleh Faturrahman menyampaikan bahwa dalam proses rekrutmen kerja, perusahaan tidak hanya menilai kandidat dari indeks prestasi akademik (IPK).

“Banyak orang hanya berfokus pada IPK, padahal perusahaan juga sangat memperhatikan kemampuan komunikasi, cara menyampaikan ide, rasa percaya diri, sampai bagaimana kita menunjukkan sikap profesional ketika berinteraksi dengan orang lain,” ujarnya.

Faturrahman menjelaskan bahwa tahap interview kerja menjadi salah satu gerbang penting dalam proses rekrutmen. “Di tahap inilah recruiter mulai mengenal siapa kita sebenarnya, bukan hanya dari CV, tetapi juga dari cara kita berbicara, cara menjawab pertanyaan, sampai bahasa tubuh yang kita tunjukkan,” tambahnya. Ia berharap kegiatan PERSAMI ini dapat menjadi ruang belajar yang interaktif bagi para peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. “Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi sesi mendengarkan materi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi teman-teman untuk bertanya, berdiskusi, dan menggali pengalaman sebanyak mungkin dari narasumber,” ujarnya.

Kemudian, perwakilan Boss AI Indonesia, Bilal Prama Rizki selaku Marketing Manager, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan Pusat Karier UIN Jakarta. Menurutnya, tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat sesuai bagi para pencari kerja.

“Pembelajaran yang paling berharga itu bisa datang dari pengalaman. Semakin sering kita mengikuti interview, webinar, atau diskusi seperti ini, maka kemampuan kita dalam menghadapi proses rekrutmen juga akan semakin terasah,” ujarnya.

Ketika menyampaikan materi, Elisabeth Indriani mengatakan bahwa persiapan sebelum interview merupakan langkah penting dalam menghadapi proses rekrutmen kerja.

“Persiapan sebelum interview bukan sekadar formalitas, melainkan strategi utama untuk mengubah rasa gugup menjadi rasa percaya diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perusahaan tidak selalu mencari kandidat yang paling pintar, tetapi kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “Perusahaan tidak mencari orang yang paling pintar, tetapi yang paling pas dengan kebutuhan posisi dan budaya perusahaan,” tambahnya. Ia juga menerangkan pentingnya melakukan riset mengenai perusahaan, memahami posisi yang dilamar, serta menyiapkan jawaban untuk berbagai pertanyaan umum dalam interview. Kandidat juga perlu mempersiapkan dokumen, seperti CV terbaru, portofolio, dan sertifikat pendukung. Ia menyoroti kemampuan komunikasi dan bahasa tubuh dalam proses interview. “Kontak mata, posisi duduk yang tegak, ekspresi wajah, serta gestur tangan yang tepat dapat membantu menciptakan kesan pertama yang positif di hadapan interviewer,” jelasnya. Dalam menjawab pertanyaan interview, ia menyarankan peserta untuk menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) agar jawaban yang disampaikan lebih terstruktur. Selain itu, ia juga mengingatkan beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat interview, seperti datang tanpa persiapan, terlambat, memberikan jawaban yang terlalu singkat atau terlalu panjang sampai menjelekkan perusahaan atau atasan sebelumnya.

Melalui penyelenggaraan PERSAMI ke-3 ini, Pusat Karier UIN Jakarta berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum dalam mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen kerja serta meningkatkan kesiapan karier di dunia profesional nanti.

 

(Kintan A./Sumber Gambar: Dok. Internship Pusat Karier UIN Jakarta)

Tag : Berita, Press Release, PERSAMI