Press Release: PERSAMI x Dreamaxtion, Bekali Mahasiswa Strategi Karier di Era AI

Press Release: PERSAMI x Dreamaxtion, Bekali Mahasiswa Strategi Karier di Era AI

Pusat Karier, Berita Pusat Karier UIN Jakarta – Pusat Karier UIN Jakarta menggelar kegiatan PERSAMI (Persiapan Karier, Eksplorasi, dan Magang Mahasiswa Inspiratif) bekerja sama dengan platform pengembangan karier Dreamaxtion. Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting pada Kamis dan Jumat, 5 - 6 Februari 2026 ini menyoroti strategi karier mahasiswa di tengah kesenjangan ekspektasi industri dan tantangan era Artificial Intelligence (AI).

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Pusat Karier UIN Jakarta, Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos,I., M.IntDev., yang menekankan pentingnya atensi penuh (sustained attention) dari para peserta.

“Jadikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai barometer perkembangan kalian. Lakukan self pre-test and post-test pada diri sendiri; sebelum ikut ini seperti apa, dan sesudah ini perubahan apa yang didapatkan,” ujar Muhammad Kholis Hamdy dalam sambutannya.

Day 1: Unlock Your Career DNA: Membangun Karier Sesuai Passion

Memasuki sesi inti pada hari pertama, PERSAMI mengangkat tema “Unlock Your Career DNA: Membangun Karier Sesuai Passion” dengan menghadirkan Victor Osman, MIB, Founder & CEO Dreamaxtion. Victor menjelaskan bahwa banyak orang terjebak dalam karier yang salah (wrong career) akibat kurangnya kesadaran diri (lack of self-awareness).

“Kesadaran akan kekuatan dan keterbatasan diri (aware of your strength and limitation) adalah titik awal dalam perjalanan pengembangan karier,” tegas Victor.

Untuk mengatasi hal tersebut, Victor memperkenalkan konsep Johari Window sebagai alat bantu mahasiswa mengenali aset diri mereka agar dapat membangun strategi karier yang tidak hanya mengikuti arus, tetapi benar-benar relevan dengan potensi pribadi.

“Industri hari ini tidak hanya mencari lulusan terbaik, tetapi juga individu yang punya etika kerja, komunikasi yang baik, dan mau mengambil inisiatif. Pengalaman dan sikap sering kali berbicara lebih kuat daripada sekadar IPK,” tambahnya.

Day 2: How to Find Your First Real Job (That Actually Fits You)

Antusiasme berlanjut pada hari kedua dengan tema teknis “How to Find Your First Real Job (That Actually Fits You)”. Sesi ini menghadirkan dua praktisi ahli dari Dreamaxtion, yakni Trisakti Arya Yudhistira (CEO Founder & Head of Research and Innovation) dan Siti Ramadhanimarta (L&D and Recruitment Specialist)

Dalam sesi ini, Trisakti, atau yang akrab disapa Kak Sakti, membongkar realitas penggunaan AI dalam rekrutmen. Ia menegaskan bahwa meskipun AI digunakan, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

“Ujung-ujungnya AI itu cuma tools. Yang akan menjadi decision maker itu adalah rekruternya. Jadi percuma pakai AI canggih kalau kandidat tidak bisa capturing interest rekruter secara personal,” tegas Trisakti.

Salah satu wawasan kunci yang menarik perhatian peserta adalah tentang “7.4 Seconds Rule”. Trisakti menjelaskan betapa singkatnya waktu yang dimiliki pelamar untuk menarik perhatian HR.

“Bayangkan, waktu 7 detik itu seperti kalian scrolling TikTok atau YouTube Shorts. Sekali lihat tidak oke, langsung skip. Begitulah rata-rata HR melihat CV kalian,” jelasnya menganalogikan proses seleksi yang cepat.

Sementara itu, Siti Ramadhanimarta (Kak Ama) melengkapi pembahasan dengan menekankan pentingnya strategi penulisan Resume dibandingkan CV akademis yang panjang. Ia menyarankan penggunaan format formal agar mudah dibaca sistem ATS, serta teknik "biarkan angka berbicara" (let the numbers do the talking) untuk menonjolkan prestasi.

Melalui kegiatan PERSAMI selama dua hari ini, Pusat Karier UIN Jakarta berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kesiapan mental dan strategi karier yang matang, tetapi juga kemampuan teknis yang adaptif untuk bersaing di pasar kerja global.

 

(Nayla T./Sumber Gambar: Dok. Tim EPM)

Tag :